Skip to main content

4 Format Font untuk Website (Web Fonts)

Format font untuk website — format web fonts — Kemampuan browser yang semakin canggih membuat web designer semakin leluasa dalam berkreasi, termasuk dalam penggunaan font.
Sejak dahulu, secara default kita bisa menggunakan font standar yang sudah ada di sistem komputer seperti Arial atau Verdana untuk mempercantik tampilan tulisan di website.
Font standar yang sudah di setiap komputer tersebut dikenal dengan sebutan Safe Font atau ada juga yang menyebut System Fonts.
Namun saat ini kita bisa menggunakan font lain selain safe font, baik itu font yang dibuat sendiri, font berbayar maupun font gratisan. Fitur Font-Face di CSS3 sangat membantu dalam kemunculan istilah baru yaitu Web Fonts.
Web fonts memiliki beberapa format font yang bisa digunakan, dan biasanya ketika kita membeli atau mendownload sebuah web font maka dalam paket yang diberikan terdapat beberapa file font dengan format yang berbeda-beda.

Berikut ini beberapa format font website terbaik yang perlu Anda ketahui.

Embedded Open Type (EOT)

EOT adalah format font warisan yang dikembangkan oleh Microsoft. Internet Explorer versi lama akan memerlukan EOT untuk merender web font Anda.
EOT juga sering disajikan tanpa kompresi, sehinga ada kemungkinan ukurannya cukup besar.
Jadi apabila Anda tidak memerlukan dukungan browser untuk meladeni para pengguna IE8 kebawah, maka sebaiknya Anda meninggalkannya, atau tidak menggunakan jenis ini.

TrueType (TTF)

TTF adalah format font yang dikembangkan oleh Microsoft dan Apple pada tahun 1980an.
File TTF modern juga disebut TrueType OpenType. TTF dapat berguna untuk memperluas dukungan ke beberapa browser lama, terutama di ponsel. Jika Anda memerlukannya maka bisa disertakan.

Web Open Font Format (WOFF)

WOFF dikembangkan pada tahun 2009 sebagai format pembungkus untuk format font TrueType dan OpenType. Format ini menggunakan font yang dikompress dan didukung oleh hampir semua browser modern yang ada saat ini.

Web Open Font Format 2 (WOFF2)

WOFF2 adalah versi pembaruan dari format WOFF yang asli. Format ini dikembangkan oleh Google, format ini dianggap sebagai format terbaik dibanding format yang lainnya karena menawarkan ukuran file yang lebih kecil dan performa yang lebih baik untuk browser modern yang mendukungnya.
–/-
Apabila Anda terlalu banyak menargetkan pengguna yang menggunakan browser modern, Anda akan lebih aman dengan metode progresif menggunakan @font-face di CSS3 dengan hanya menampilkan format WOFF dan WOFF2.
Hal tersebut akan memberikan kecepatan yang cukup baik karena sudah menerapkan kompresi terbaik dan memungkinkan Anda untuk menangani file lebih sedikit dalam kodingan Anda.
Namun jika orang-orang yang Anda tergetkan lebih banyak menggunakan mesin atau browser tua, maka kami menyarankan Anda untuk menggunakan Safe Font atau System Font demi alasan kinerja dan kecepatan yang lebih baik.
Apabila Anda ingin mendukung semua pengguna, maka Anda bisa menambahkan format EOT dan TTF juga kedalam campuran font Anda. Bahkan font dengan format SVG juga bisa digunakan, namun saat ini format SVG ini juga sudah mulai ditinggalkan karena berbagai kendala, bahkan Google Chrome pun sudah menghapus dukungan untuk format tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Membuat Upload File dengan Progress bar (PHP, MySQL, AJAX, Bootstrap)

Membuat Upload File dengan Progress bar (PHP, MySQL, AJAX, Bootstrap) . Hai sobat mediakunci, kali ini saya akan membuat sebuah tutorial tentang cara membuat Upload file dengan progress bar, tentu saja menggunakan PHP untuk bahasa pemrogramannya, MySQL sebagai databasenya, AJAX untuk menghandle progress barnya, dan Bootstrap untuk interfacenya biar cantik…  Langsung saja kita masuk ke dalam tutorialnya, bagaimana untuk membuat Upload File dengan Progress bar ini. Ikuti dengan seksama ya sob, kalau tidak bisa silahkan kontak saya aja (text only ya sob). Nanti kita akan membuat file berikut ini sob: index.php (untuk tampilan awal, form dan progress bar) config.php (koneksi ke database) upload.php (proses upload file, menyimpan data ke database) upload.js (untuk handle progress bar) Download Bootstrap Pertama karena ini menggunakan Bootstrap untuk interfacenya, maka silahkan download dulu Bootstrap di webseite resminya, atau bisa klik  disini . Saya masih menggun...

10 Aplikasi Android Untuk Pembersih RAM yang Efektif, Terbaik, dan Gratis

Kembali lagi bersama Media Kunci , kali ini saya akan membahas mengenai 10 Aplikasi Android Untuk Pembersih RAM yang Efektif, Terbaik, dan Gratis yang cocok untuk smartphone Android manapun. Artikel ini akan cocok untuk kamu yang memiliki kapasitas RAM yang sering penuh dan memori yang cenderung penuh. Karena penggunaan RAM yang tinggi akan mengurangi performa aplikasi yang ingin kamu gunakan dan membuat smartphone Android kamu lemot. Tidak perlu khawatir karena sekarang telah tersedia aplikasi yang dapat membantu mengoptimalkan kerja RAM kamu. Tanpa berbasa-basi lagi, langsung saja simak 10 Aplikasi Android Untuk Pembersih RAM yang Efektif, Terbaik, dan Gratis berikut. 1.  Clean Master Aplikasi populer dari Cheetah Mobile ini telah didownload oleh lebih dari 500 juta pengguna di seluruh dunia. Telah terbukti bahwa aplikasi ini merupakan aplikasi pembersih nomor 1 yang patut kamu miliki. Selain RAM cleaner, aplikasi ini juga dibekali oleh junk cleaner, battery saver, antiv...

Menampilkan Data dari Database MySQL Tanpa Loading Dengan jQuery

Menampilkan Data dari Database MySQL Tanpa Loading Dengan jQuery . Kali ini tutorial tentang jQuery yaitu bagaimana cara menampilkan data di database MySQL tanpa loading dengan PHP dan jQuery. Pada tutorial sebelumnya juga sudah saya buat tentang  Cara Insert Data ke Database MySQL tanpa loading dengan PHP dan jQuery . Beberapa hal di butuhkan adalah tentu saja sebuah Database dan Table di phpMyAdmin. Dan juga file jQuery yang bisa Anda download diwebsite resminya  disini . Dan untuk file apa saja nanti yang akan dibuat, silahkan lihat struktur folder di bawah ini: Nah, seperti pada gambar di atas, setelah Anda mendownload jQuery silahkan tempatkan file tersebut di dalam folder  scripts . Oke, langsung dimulai saja. Pertama buat sebuah Database di phpMyAdmin Anda dan dalam hal ini saya membuat Database dengan nama  terserah , kemudian import/dumping Script SQL di bawah ini: CREATE TABLE `siswa` ( `nama` varchar(32) NOT NULL, `kelas` varchar(3) NOT NULL, ...